Minggu, 28 April 2019


10 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Otak merupakan organ yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Organ ini berfungsi dari mulai untuk berpikir hingga alam bawah sadar.
Jamak diketahui, fungsi kerja otak menurun pada orang-orang berusia lanjut. Itulah mengapa kakek dan nenek kita kerap kali menderita penyakit pikun atau mudah lupa.
Meski demikian, tidak sedikit pula orang muda yang mudah lupa alias daya ingatnya tidak baik. Apakah Anda salah satu dari mereka?
Jangan khawatir. Saya punya solusi untuk Anda. Berikut 10 cara yang dapat membantu Anda meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. 

1. Berolahraga Teratur

Walaupun dengan berolahraga bagian yang digerakkan adalah fisik, namun ternyata otak juga turut meningkat kemampuannya.
Saat manusia berolahraga, otak akan bekerja pada kapasitas maksimalnya, sehingga memicu perbanyakan sel saraf yang kemudian akan memperkuat ikatan antar sel otak dan menjaganya dari kerusakan.
Selain itu, sel saraf juga mengeluarkan protein yang bernama fakto neurotropis. Protein ini akan memicu produksi berbagai zat kimia untuk otak yang lebih sehat serta peningkatan kemampuan kognitif, termasuk kemampuan belajar.
Sebuah penelitian pada tahun 2010 yang telah dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience juga telah membuktikan bahwa olahraga secara rutin tidak hanya meningkatkan aliran darah menuju otak, namun juga dapat membuat penyelesaian pekerjaan dua kali lebih cepat dibanding mereka yang tidak berolahraga.
Olahraga apa yang perlu Anda lakukan? Bergantung pada kesukaan dan kondisi Anda. Di antaranya adalah berenang, lari pagi, nge-gym, atau bersepeda sebanyak 3 kali seminggu.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Untuk meningkatkan daya ingat otak, tentunya otak Anda perlu diberikan nutrisi yang baik untuk menjaga memori. Sebetulnya cukup sederhana menjaga asupan makanan untuk otak, dengan cara lebih banyak mengonsumsi sayuran serta mengurangi makanan yang banyak mengandung gula.
Beberapa zat tambahan lainnya yang sangat baik untuk perkembangan otak adalah omega-3 dan MCT (medium-chain triglycerides). Omega-3 sangat mudah didapatkan dari ikan salmon, minyak ikan, kedelai, bayam, dan makanan laut. Sementara itu MCT adalah zat yang sangat tinggi kadarnya dalam minyak kelapa.

3. Terus Mempelajari Hal Baru

Otak harus terus bekerja sehingga sel-sel di dalamnya tetap saling terhubung. Salah satu cara menguatkan daya ingat dan konsentrasi adalah dengan mempelajari berbagai macam hal baru.
Mempelajari hal baru yang membutuhkan kemampuan kognitif seperti menjahit atau merajut menurut sebuah penelitian memang cukup berhasil dalam menjaga daya ingat pada para lansia.
Kuncinya hanya satu, yaitu mencari aktivitas yang disukai dan menstimulasi otak. Berbagai pilihan dapat dilakukan misalnya membaca buku, mempelajari instrumen musik, merakit puzzle, berkebun, atau membuat kerajinan tangan.

4. Hindari Multitasking

Multitasking memang diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari, apalagi bagi para ibu rumah tangga yang setiap hari selalu sibuk di rumah. Namun, ternyata terlalu sering menyelesaikan pekerjaan secara multitasking dapat berdampak negatif pada daya ingat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setiap manusia rata-rata membutuhkan sekitar 8 detik untuk menyimpan memori ke dalam otak. Sehingga ketika misalnya seseorang menelepon sambil mengangkut barang belanjaan dan meletakkan kunci, kemungkinan Anda akan tidak fokus dan beberapa menit kemudian tidak berhasil mengingat salah satunya.
Sebaliknya, orang yang fokus menyelesaikan suatu pekerjaan akan memiliki ingatan yang lebih baik. Oleh karena itu, selesaikan satu pekerjaan sebelum Anda mulai mengerjakan pekerjaan lain.

5. Melatih Konsep Mnemonik

Konsep mnemonik dikenal pula dengan jembatan keledai. Anda mungkin pernah diajarkan untuk lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara membuat jembatan keledai ini.
Mnemonik dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
  • membuat akronim atau singkatan
  • memvisualisasikan suatu benda untuk mengingat hal yang harus dilakukan
  • memotong-motong informasi sehingga lebih mudah untuk diingat, seperti saat mencoba mengingat nomor telepon.

6. Tidur Cukup di Malam Hari


Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard University membuktikan bahwa manusia akan memiliki otak yang lebih kuat ingatannya jika mendapatkan tidur yang cukup di malam hari. Tidur cukup juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk hal-hal yang lebih menantang.
Tidur yang cukup juga berlaku untuk pekembangan otak balita. Balita yang dibiasakan untuk tidur siang terbukti akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik ketika dewasa nantinya.

7. Melakukan Permainan Otak

Cara lainnya untuk meningkatkan daya ingat adalah dengan melakukan permainan otak, yang dapat membuat otak sedikit berpikir sehingga tetap terhubung sel-sel di dalamnya. Jika seseorang tidak atau jarang mengasah kemampuan otak, sel-sel dalam otak mulai terdegenerasi sehingga menjadi mudah lupa.
Memainkan permainan otak contohnya adalah bermain catur yang membutuhkan fokus untuk memikirkan beberapa langkah ke depan. Sekarang ini juga sudah banyak website yang menyediakan permainan otak secara gratis seperti lumosity.com.
Cobalah secara rutin melatih otak dengan melakukan permainan otak paling tidak selama 20 menit dalam sehari. Jika Anda tidak terlalu menyukai permainan otak, Anda bisa belajar bahasa asing atau mengembangkan hobi dan kemampuan baru.

8. Repetisi Ingatan

Bahkan seorang penghafal yang baik perlu waktu untuk mengulang-ulang hafalannya sehingga lebih sempurna. Pengulangan atau repetisi adalah sebuah cara yang rasanya memang dibutuhkan jika ingin meningkatkan kemampuan otak untuk meningat sesuatu.
Setelah mempelajari sesuatu, berikan jeda beberapa saat, kemudian lakukan review kembali atas apa yang telah Anda pelajari. Hal ini akan membuat otak terlatih untuk membuka ingatan masa lalu sehingga tidak mudah melupakan hal-hal penting.
Repetisi ingatan dapat dilakukan dengan bantuan mencatat hal yang penting di buku catatan, mengulangi nama seseorang yang baru dikenal berulang-ulang,serta mengulang kalimat yang dikatakan seseorang pada Anda.

9. Hidup Terorganisir

Sering melupakan suatu acara, hari ulang tahun, atau janji pertemuan dengan rekan kerja?
Mulailah untuk hidup lebih terorganisir untuk mengurangi pikun karena kecerobohan diri sendiri. Milikilah sebuah agenda harian atau install aplikasi organizer yang banyak secara gratis dibagikan untuk digunakan pada smartphone Anda.
Memiliki agenda harian akan membuat seseorang lebih fokus dan meningkatkan ingatan. Jika memiliki sebuah agenda, usahakan membawa ke mana pun agenda tersebut sehingga ketika ada hal yang perlu dicatat, Anda sudah siap sedia dan tidak lupa untuk mencatatnya.

10. Visualisasikan

Bagi orang-orang yang tidak memiliki ingatan fotografis (photographic memory), mengingat nama orang dan wajahnya bisa menjadi suatu hal yang sulit. Terkadang orang hanya mengenali wajah orang lain tanpa mampu mengingat namanya. Di lain waktu, ada orang yang hanya sanggup mengingat nama dan tidak terbayang wajahnya.
Untuk masalah ini, ada baiknya Anda melakukan visualisasi demi ingatan yang lebih baik tentang orang lain. Visualisasi dapat dilakukan misalnya dengan mengambil foto bersama saat bertemu, dan menyimpannya di ponsel sebagai foto kontak, sehingga ketika dihubungi selanjutnya, Anda sudah mengenali nama dan wajah orang tersebut.
Visualisasi dapat pula dilakukan dengan mengibaratkan nama seseorang dengan suatu hal lainnya. Misalkan untuk orang yang bernama Alissa, visualisasikan di dalam pikiran Anda bahwa Alissa itu memiliki alis yang indah, sehingga ketika bertemu kembali, Anda bisa langsung fokus pada alisnya dan mengingat namanya dengan benar.
Itulah 10 cara meningkatkan daya ingat untuk Anda yang sering lupa atau kurang fokus. Selamat mencoba dan semoga dengan membaiknya ingatan, kehidupan akan berjalan lebih baik lagi.


Sumber :  https://www.tipspengembangandiri.com/cara-meningkatkan-daya-ingat/


Membunuh atas Nama Tuhan
11 Mei 2015

Dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-41, James Foley dieksekusi Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS di Raqqa, Suriah. Prosesi eksekusi jurnalis Amerika ini ditayangkan dalam video yang disebarkan di internet oleh ISIS pada 19 Agustus 2014.

Jim, demikian Foley biasa dipanggil oleh rekan-rekannya, mengenakan baju tahanan warna oranye dan berlutut di pasir, lalu algojo berjubah hitam dengan sebagian wajah tertutup kain hitam itu memenggal kepalanya. Sudah dua tahun dia hilang di Suriah sebelum akhirnya video tersebut beredar. Sehari kemudian rekan saya, David Case, editor Global Post di Boston dan juga rekan Jim, menulis pesan duka di Twitter yang berisi tautan untuk membuka laporan-laporan terbaik Jim dari wilayah-wilayah konflik di Irak, Afghanistan dan Libya yang pernah dimuat media itu sebagai cara menghargai dedikasinya terhadap jurnalisme. Dan kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh ISIS belum berhenti sampai hari ini. Negara Suriah yang masih berdaulat dan dipimpin presiden Bashar al-Assad itu mencoba melumpuhkan basis-basis kelompok beraliran Sunni ini, tapi gagal. Sementara Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya menganggap presiden Assad telah melakukan kekerasan terhadap minoritas Sunni.

Sejarah dunia membuktikan kepada kita bahwa ekstremisme yang mengatasnamakan agama ataupun kepercayaan tertentu bukan kecenderungan baru atau tren yang terjadi belakangan ini saja. Ekstremisme dapat muncul di semua agama di berbagai negara di seluruh dunia di segala zaman. ISIS hanya salah satu bentuk ekstremisme yang mengerikan, brutal dan memuakkan, dengan mengatasnamakan Islam.

Di Indonesia, ada sekte Salamullah. Ekstrem, tapi tidak kejam. Mungkin karena ia belum terlalu kuat, juga tidak bersenjata. Pemimpinnya adalah Lia Eden, yang bernama lahir Lia Aminuddin. Lia dulu ahli merangkai bunga. Suatu hari dia mengumumkan bahwa malaikat Jibril telah datang memberinya wahyu. Sejak itu dia mengubah nama belakangnya menjadi Eden. Beberapa bulan lalu Lia mengirim surat kepada presiden Joko Widodo untuk mengizinkan Jibril mendaratkan UFO di Monas, Jakarta. Beberapa tahun lalu dia membuat pernyataan di media nasional bahwa kiamat akan datang dalam wujud banjir besar. Dia dan sejumlah pengikutnya terbirit-birit mengungsi ke kawasan Puncak yang berada di luar Jakarta agar selamat. Tapi banjir sama sekali tidak datang.

Ku Klux Klan. Siapa yang tak pernah mendengar namanya. Ini sekte yang mempraktikkan rasisme di Amerika Serikat. Sekte berlambang salib terbakar itu lahir pasca perang pembebasan budak (1860 – 1865). Semula Klan anti terhadap orang-orang kulit hitam, lalu memperluaskan target operasinya kepada orang-orang kulit berwarna yang lain dan Yahudi. Mereka membunuh. Klan kini tidak sendiri. Kelompok supremasi kulit putih menguat di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir. Para imigran gelap menjadi sasaran mereka, karena dianggap akan mengancam kesempatan kerja orang-orang kulit putih Amerika. Dalam salah satu pawainya, pendukung kelompok ini mengibarkan bendera berlambang swastika, bendera Nazi. Salah satu praktik ekstremisme yang monumental di Amerika Serikat terkait dengan David Koresh, yang mendeklarasikan diri sebagai nabi terakhir umat manusia. Dia membunuh para penentangnya dan memperkosa anak-anak perempuan di bawah umur. Kontak senjata sekte Koresh dan FBI berakhir dengan terbunuhnya Koresh serta puluhan pengikutnya.

Puncak dari ekstremisme agama adalah terorisme, yang dipraktikkan dengan aksi pengeboman atau bom bunuh diri yang juga dilakukan gerakan bawah tanah Islam militan di Indonesia. Pengeboman dua kafe di Bali pada 2002 yang menyebabkan 212 orang meninggal dunia dan pengeboman hotel JW Marriott di Jakarta pada 2003 adalah aksi-aksi terorisme di Indonesia yang sering dihubungkan dengan keterlibatan Jamaah Islamiyah (JI), gerakan Islam militan di Asia Tenggara yang bertujuan mendirikan negara Islam. Ideolognya yang terkemuka, Abu Bakar Ba’asyir. Dulu dia ikut perang Amerika melawan Soviet di Afghanistan lalu berbalik memusuhi Amerika. Ba’asyir juga memimpin Front Pembebasan Islam cabang Solo, yang menjadikan kekerasan sebagai cara mencapai tujuan dan sempat menimbulkan polemik di Indonesia untuk pembubarannya. Dia menentang penjajahan Palestina, tapi akibat rasa frustrasinya melawan ketidakadilan yang terjadi dalam konflik global dia juga mendukung tindak kekerasan membabi buta.

Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau populer disebut DI/TII adalah gerakan yang jauh lebih besar dalam sejarah politik dan Islam di Indonesia dibandingkan apa yang dilakukan Ba’asyir dan kelompoknya. DI/TII dipimpin Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, bekas jurnalis, pejuang anti kolonial dan sahabat Sukarno, presiden pertama Indonesia. Kartosoewirdjo pernah masuk Partai Sarekat Islam Indonesia, tapi dikeluarkan dari partai tersebut karena dianggap ekstrem. Basis pertamanya di Jawa Barat. Dia pemimpin tertinggi gerakan yang dimulai sejak sebelum kemerdekaan Indonesia ini dengan tujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. Kartosoewirjo memperoleh dukungan dari Daud Beureuh di Aceh, Kahar Muzakkar di Sulawesi, Amir Fatah di Jawa Tengah, dan Ibnu Hajar di Kalimantan. DII/TII memiliki kekuatan ratusan ribu pasukan bersenjata. Dia dieksekusi pemerintah Sukarno pada 5 September 1962. Ide-idenya ternyata tidak pernah mati. Tak dapat dipungkiri bahwa pengenalan syariat Islam secara bertahap di Aceh sejak 1999 dan penerapannya kemudian tidak lepas dari pengaruh konflik politik pemerintah Indonesia dengan DI/TII di masa lalu.

Ektremisme ternyata tidak hanya dipraktikkan kelompok kecil atau minoritas, tapi juga dijalankan kelompok besar atau gerakan arus utama, dan bahkan, negara. Tujuannya, untuk menguatkan pengaruh politik yang pada akhirnya terkait dengan penguasaan aset dan akses sumber daya alam dan ekonomi.

Perdana menteri India sekarang, Narendra Modi, adalah pemimpin utama ekstremisme Hindu. Sebelum dia memimpin negara India, Modi yang menjadi salah satu kader Partai Bharatiya Janata ini memimpin langsung pembantaian sekitar dua ribuan muslim di Gujarat, India Barat, pada tahun 2002. Ekstremis Hindu bahkan menghancurkan sebuah masjid bersejarah di Ayodya, Uttar Pradesh, yang didirikan Raja Babur dari Dinasti Mughal pada tahun 1527, karena menganggap lokasi itu tempat kelahiran Sri Rama, raja dalam cerita klasik Hindu Ramayana! Ketika Modi dilantik menjadi perdana menteri, pemerintah Amerika dihadapkan pada dua opsi, yaitu mengakui pemerintahannya atau tidak sama sekali. Akhirnya Amerika mengakui pemerintahan Modi, dengan pertimbangan bahwa India merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang tak bisa diabaikan. Kejahatan Modi dilupakan. Di masa Modi ini, orang Kristen dan muslim di India dipaksa memeluk agama Hindu di tempat-tempat yang dihuni mayoritas pemeluk Hindu . Libur “Hari Natal” di India telah resmi berganti nama menjadi “Good Govenance Day”.

Ekstremisme atas nama Tuhan pertama kali justru dipraktikkan gereja dan terjadi di Eropa, tepatnya di Andalusia masa lalu, wilayah yang kini berada di sebagian Prancis Selatan, Portugis dan Spanyol. Andalusia ketika itu pusat peradaban dan budaya Islam. Penguasa Islam tidak melakukan kekerasan terhadap penduduk negeri taklukannya selama hampir 800 tahun, tapi orang-orang Spanyol di wilayah itu tetap ingin merdeka. Mengapa? Tidak ada keadilan dalam penjajahan.

Tidak sekadar memerdekakan diri, orang-orang Spanyol melakukan reconquista dan inkuisisi, dengan kejam dan tanpa ampun. Gereja Katolik, melalui Paus di Roma, merestui “pembersihan iman” ini , yang menyebabkan jutaan jiwa manusia tumpas.

Benteng Islam terakhir di Granada jatuh pada 1492. Tapi penaklukan terus berlanjut. Setelah menemukan Tanjung Harapan, Vasco da Gama menaklukkan kerajaan Islam Goa di India dan menjadikannya koloni kerajaan Portugal. Alfondo de Albuquerque menaklukkan kekuatan Islam di Malaka dan menemukan jalan ke Nusantara, yang menandai era penjajahan Barat di Nusantara. Kolonialisme Barat menghancurkan kekuatan Islam di Afrika Selatan, Hindustan (kini India, Pakistan, Bangladesh) dan Indo-China dengan semboyan ‘gospel’, ‘gold’ dan ‘glory’. Hasilnya? Pemusnahan suatu bangsa oleh bangsa lain.

Slogan yang tersohor dari era reconquista diadopsi oleh Ordo Jesuit, salah satu sekte Katolik, yaitu “tujuan menghalalkan cara”. Tapi selama kekuasaan Orde Baru yang otoriter di masa kepimpinan Soeharto (1967-1998) di Indonesia, orang-orang komunis justru dianggap telah menerapkan slogan ini dan tuduhan tersebut menjadi pembenaran bagi militer serta sipil pendukungnya untuk membunuh hingga satu juta jiwa rakyat Indonesia antara tahun 1965 sampai 1966. Propaganda anti-komunis masih merupakan bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah di Indonesia sampai sekarang. 

Fenonema yang menggemparkan dunia sekarang tentunya yang dipraktikkan Abu Bakar Al Baghdadi, sang pendiri ISIS. Sukarelawan pendukung ISIS datang dari sekitar 80 negara, termasuk Indonesia.  Artinya, ISIS telah menjadi sebuah payung politik yang menyatukan gerakan, aspirasi, impian dan kepentingan kaum militan di seluruh dunia. Selain sebagai reaksi terhadap tatanan dunia Arab yang dianggapnya telah dirusak oleh rezim-rezim yang korup, ISIS juga reaksi terhadap kekuatan-kekuatan besar dunia yang justru mendatangkan kehancuran dan pertumpahan darah yang lebih mengerikan di Irak pasca Saddam Hussein. Para penghuni negeri yang hancur itu sebagian meninggalkan tanah air mereka, menjadi pengungsi.

Apa yang terjadi di dunia hari ini adalah juga terjadi di masa lalu dan pasti terjadi di masa depan, selama perimbangan kekuatan di dunia global tidak mencapai titik keseimbangan strategis yang diharapkan mampu membawa keuntungan bagi semua pihak. Akibatnya, tindakan ekstrem atas nama agama atau ideologi apapun pasti terus terjadi. Kematian James Foley dan siapa pun yang menjadi korban lambat-laun hanya tercatat sebagai angka.*

Karya : Linda Christanty






Suara Tuhan
30 December 2018

SEMINGGU lalu saya naik taksi untuk pergi ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah menjelaskan tujuan dan meramalkan cuaca, saya bertanya kepada pengemudi taksi, “Bagaimana keadaan bapak hari ini?” Dia tidak segera menjawab. Sejurus kemudian dia berkata perlahan, “Saya sulit menjawabnya, Bu. Itu cerita yang panjang.”

Saya senang mendengar cerita yang panjang. Dia kemudian mulai bercerita, “Maaf ya, Bu. Ini zaman yang sangat sulit.”

Anaknya tiga orang. Dua perempuan dan satu laki-laki. Kelas 1 SMP, kelas 5 SD dan kelas 2 SD. Istrinya pernah bekerja sebagai penjaga toko mainan, tapi jarak rumah kontrakan mereka dan toko itu cukup jauh. Waktu kerja dimulai pagi hari dan berakhir di sore hari. Khawatir anak-anak mereka tumbuh tanpa pengawasan, istrinya memilih berhenti bekerja. Dia mendukung keputusan istrinya. Sebelum menjadi pengemudi taksi, dia telah bekerja serabutan: di bengkel, di toko martabak, menjadi tukang cuci piring rumah makan, dan menjadi tukang ojek.

Dia berupaya mengubah kehidupan menjadi lebih baik dengan melamar menjadi pengemudi taksi. Setelah diterima, dia malah bingung. “Karena saya tidak punya hp sendiri, Bu. Menjadi pengemudi taksi, wajib punya hp.”

Ketika mengunjungi ibunya, kebetulan perempuan tua yang memiliki kios kecil di samping rumah ibunya sedang bertamu. “Biasalah, Bu, sesama ibu-ibu kadang-kadang suka ngobrol sebentar,” tuturnya. Perempuan itu bertanya apa pekerjaannya. “Saya jawab diterima jadi sopir, tapi tidak punya hp, kata saya. Ibu itu tanya berapa harga hp. Saya bilang Rp 300 ribu. Dia langsung ke kiosnya dan kembali dengan uang Rp 300 ribu. Dia bilang, beli hp dengan uang ini, kamu harus kerja untuk anak-anak kamu. Jangan pikir kapan mengembalikannya. Saya sampai cium tangan ibu itu berkali-kali, Bu, saking berterima kasihnya saya. “

Hari itu dia hanya meninggalkan uang belanja Rp 15 ribu untuk istrinya di rumah, karena hanya itu uang yang dia miliki. Istrinya ingin membagi dua uang tersebut supaya dia bisa membeli sebotol air mineral, mengingat dia akan bekerja seharian. Dia menolak, karena menganggap istrinya lebih memerlukan uang tadi untuk keperluan rumah tangga.

Apa yang bisa dibeli dengan uang Rp 15 ribu?

“Itu sebisa-bisanya istri saya, Bu,” katanya, lirih.

Ada satu hari yang membuat dia merasa gagal sebagai ayah belum lama ini.

Tetangga sebelah rumah kontrakannya membeli jagung rebus dari penjual jagung rebus yang lewat sore itu. Anaknya yang bungsu ingin dibelikan jagung rebus juga. Tapi dia tidak mempunyai uang sepeser pun di dompet. “Benar-benar kosong, Bu,” kisahnya. Anaknya tidak merengek ataupun memaksa, melainkan buru-buru pergi ke rumah tetangganya. Dia melihat anaknya meraih tangan anak tetangganya yang tengah makan jagung rebus, menjilati tangan itu. “Karena di situ ada bekas-bekas jagung rebus, Bu.” Seketika seperti ada tsunami yang melanda hatinya. Dia segera berlari ke dalam rumah dan menangis. Istrinya menenangkannya, tapi dia tidak bisa melupakan kejadian itu.
Seringkali uang benar-benar minim. “Ibu tahu ‘kan mi instan yang beli satu dan di dalamnya ada tiga? Itu dimasak istri saya, dicampur nasi seadanya. Kami makan berlima, Bu. Kadang saya hanya 
dapat kuahnya pun tidak masalah, asal anak-anak saya makan lebih banyak,” katanya.

Dia terus bercerita, “Biaya listrik juga terus meningkat, Bu. Rp 20 ribu itu hanya untuk dua hari. Kalau pun diirit hanya bisa sampai 2,5 hari.”

Setelah itu dia mengisahkan latar belakang keluarganya. “Kami ini orang-orang kecil, orang-orang rendahan. Bapak saya juga sopir, Bu.” katanya. Tidak banyak perubahan hidup dari rezim ke rezim, “Tapi di masa ini adalah yang masa paling sulit. Benar-benar sulit, Bu. Harga di pasar juga naik.”

“Pak, bukannya harga barang-barang di pasar tidak ada yang naik?” kata saya.

“Kata siapa, Bu?”

“Kata pemerintah.”

“Pemerintah mana ya, Bu?”

“Pemerintah negara Somalia, Pak.” Saya bergurau.

Dia tertawa. Kami sama-sama tertawa.

Katanya, “Bu, saya belum pernah ketemu penumpang seperti ibu ini. Saya tadinya sedih, tahu-tahunya bisa ketawa.”

Tak berapa lama dia mulai bercerita tentang pendidikan anak-anaknya. “Uang sekolah memang gratis. Tapi sebenarnya lebih parah. Anak-anak diwajibkan membeli buku-buku pelajaran. Biayanya juga mahal dan harus dibeli, meski dicicil. Lebih parah lagi, buku pelajaran yang digunakan kakaknya tidak bisa digunakan adiknya. Berbeda dengan zaman saya sekolah dulu. Buku-buku pelajaran saya bisa diturunkan ke adik-adik saya. Orangtua kami tidak perlu mengeluarkan biaya berkali-kali.”

Anaknya berprestasi, ranking dua di kelas. Dia berusaha mendapatkan kartu Jakarta Pintar. “Tapi gagal,” katanya, lirih, “Kartu itu untuk orang yang berdomisili di Jakarta. KTP saya, KTP Jakarta, tapi saya berdomisili di Tangerang. Waktu mengajukan kartu itu, tim survei memeriksa. Ternyata saya tinggal di Tangerang. Ya tidak dapat, Bu. Saya memang sengaja pindah ke Tangerang, karena kontrak rumah lebih murah, Rp 700 ribu per bulan. Di Jakarta, saya tidak sanggup, karena minimal harga kontrakan Rp 1,2 juta per bulan. Ini saja bayar kontrakan belum lunas bulan ini. Tapi bagaimana lagi, sudah berusaha keras dan uang memang belum dapat.”

Saya menasihati dia, “Jangan putus asa, Pak. Dalam kehidupan ini, ada masa-masa yang sangat sulit. Tapi Tuhan Maha Adil. Bapak akan memperoleh rezeki asal yakin dan berdoa.”

Saya juga berniat membelikannya makan siang yang lezat, lalu bertanya, “Apa makanan kesukaan Bapak?”

“Apa ya, Bu? Tumis-tumisan, Bu. Makanan saya itu kalau di rumah ya tumis sawi, tumis kangkung, tumis kacang panjang… dengan nasi, Bu. Kalau ada tempe dengan tempe, Bu.”

Katanya, dia tidak ingin dipimpin orang yang sama. Dulu dia memilih calon pemimpin yang dikalahkan dan tahun depan dia akan memilih calon pemimpin yang pernah dikalahkan ini.

Saya membalas, “Saya dulu memilih calon yang sekarang memerintah, Pak. Maafkan pemimpin yang sekarang karena tidak berhasil memperbaiki nasib bapak sekeluarga.”

Dia terdiam sebentar, setelah itu berkata, “Bukan salah Ibu. Kita ini sama-sama rakyat. Saya tidak menyangka Ibu dukung calon yang sekarang memerintah. Pendukungnya biasanya membabi buta, Bu. Sangat membabi buta. Kalau bicara tidak mau kalah, semau-maunya dan tidak mau mendengar, Bu. Taksi saya ini saksinya.”

Kali ini saya yang terdiam.***


Karya              :           Linda Christanty
Sumber            :           Harian IndoPROGRESS